Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meninjau kembali konsep pendidikan Islam pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang sering terabaikan dibanding periode khalifah lainnya, padahal memiliki kontribusi signifikan dalam membangun dasar-dasar pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang dikembangkan pada masa Abu Bakar serta menelaah relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis, melalui kajian kritis terhadap sumber-sumber primer berupa riwayat sejarah klasik serta literatur sekunder dari penelitian modern. Analisis difokuskan pada rekonstruksi nilai pendidikan utama, meliputi amanah, kejujuran, keadilan, keteladanan moral, serta pengelolaan baitul mal dalam mendukung distribusi adil sumber daya pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan pada masa Abu Bakar bersifat transformatif, berorientasi pada pembentukan karakter, dan menempatkan keteladanan pemimpin sebagai instrumen didaktik utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pendidikan tersebut dapat dijadikan landasan konseptual dalam merespons tantangan pendidikan Islam saat ini, seperti krisis integritas, lemahnya kepemimpinan, dan degradasi moral generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan historis bahwa pendidikan Islam pada masa Abu Bakar tidak hanya berbentuk wacana religius, tetapi juga terimplementasi melalui praktik sosial-ekonomi yang adil dan sistematis. Implikasi penelitian ini mengarah pada pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang integratif, berbasis nilai, dan relevan dengan kebutuhan global kontemporer.
Copyrights © 2025