Fenomena bullying menjadi tantangan yang cukup serius dalam pendidikan Islam di Indonesia terutama pondok pesantren, karena dapat mengganggu aktifitas, pronggram dari lembaga pendidikan tersebut. Prilaku bullying adalah salah satu sikap kekerasan perbal, sehingga bertentangan dengan prinsip saling hormat menghormati. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran yang sangat singnifikan terkatit dengan fenomena bulling, tetapi rentan juga terjadi kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi manajemen kesantrian dalam menghadapi phenomena bullying di pondok pesantren qamarul huda bagu. Studi literatur ini fokus pada analisis literatur akademik yang relevan untuk menggali informasi, konsep, dan hasil terkait topik tertentu. Data dikumpulkan dari sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan laporan ilmiah yang relevan, bersumber dari Google Scholar, Garuda, ResearchGate, dan Semantic Scholar. Sumber pustaka yang digunakan adalah 29 sumber dan 11 literatur dari 5 tahun terakhir (2021-2025). Proses analisis meliputi penentuan topik, seleksi bahan pustaka, analisis pola dan kesamaan, serta penyajian hasil secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesantri dan keterlibatan aktif ustaz atau ustazah, orang tua santri, dan lingkungan masyarakat sangat berperan dalam mencegah, meminimalisir, dan memutus rantai bullying. Dengan demikian, manajemen kesantrian yang responsif dan komprehensif diharapkan dapat menurunkan angka bullying dan mendukung pembentukan karakter santri yang bijaksana dan penuh kekeluargaan.
Copyrights © 2025