Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 10 (1975)

Pokok-Pokok Pemikiran Mu’tazilah

Hasibuan, Rusman (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2025

Abstract

Golongan yang tertua dalam perkembangan alam pikiran umat Islam yang mementingkan akal ialah kaum Mu’tazilah, mereka adalah ulama-ulama Islam yang sangat rasionalis. Mereka sebenarnya sangat kritis bukan saja terhadap hadis-hadis Nabi dan cara-cara penafsiran Al-Qur’an, tetapi juga kritis terhadap pengaruh ajaran filsafat Yunani, seperti Aristoteles, neoplatonisme, dsb. meskipun aliran Mu’ytazilah ter-pecah-pecah menjadi 22 golongan, dan dua diantaranya dianggap telah keluar dari Islam, sebagaimana disebut oleh Abdul Qahir Al-Baghdady dalam kitab (al-Farqu bainal Firoq), namun mereka semuanya masih tergantung dalam kelima pokok ajaran mereka, yaitu: I. Tauhid (pengesaan), II. Al-adl (keadilan), III. Wa’ad wal Wa’id (janji dan ancaman), IV. Al manzilah bainal manzilataini (tempat diantara dua tempat), V. Amar Ma’ruf nahi munkar (perintah kebaikan dan melarang kejahatan). Kelima macam ajaran tersenut diatas adalah dasar utama yang harus dipegangi oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai orang Mu’tazilah, dan hal ini sudah menjadi kesepakatan mereka. Akan tetapi mereka berbeda-beda pendapat dalam soal-soal kecil (perician-perincian), Ketika memperdalam pembahasan kelima prinsip tersebut dan menganalisanya dengan didasarkan atas pikiran-pikiran filsafat Yunani dan lain-lain.

Copyrights © 1975






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...