Perkembangan teknologi smartphone membawa tantangan tersendiri bagi lingkungan militer, termasuk di Batalyon Infanteri 301/Prabu Kian Santang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Komandan Peleton (Danton) dalam mengendalikan penggunaan smartphone guna mencegah pelanggaran anggota. Metode kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam di Peleton 1 Kompi Senapan B. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi efektif Danton: (1) pengawasan preventif melalui pemeriksaan acak smartphone, (2) keteladanan dalam penggunaan terbatas, dan (3) komunikasi dua arah yang terbuka. Kendala utama meliputi rendahnya kesadaran anggota, pengaruh lingkungan sosial, dan ketergantungan teknologi. Solusi komprehensif diimplementasikan melalui: edukasi risiko smartphone, inovasi kegiatan satuan, sistem pengawasan berjenjang, dan pelatihan pemanfaatan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan multidimensi yang menggabungkan aspek teknis dan humanis berhasil menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan disiplin operasional. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan program "Digital Wellness Prajurit", sistem reward-punishment terstruktur, serta kolaborasi dengan Dinas Psikologi TNI AD untuk memastikan keberlanjutan strategi pengendalian. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model kepemimpinan adaptif di era digital.
Copyrights © 2025