Pada perusahaan manufaktur baut yang memproduksi baut tipe flange terdapat permasalahan produk reject pada proses pembentukan kepala baut. Produk reject yang terjadi akibat cacat flange berupa cacat diameter flange yang berbentuk oval. Berdasarkan data perusahaan, cacat diameter flange oval terjadi sebanyak 5% dari total output yang telah berjalan, dimana dalam 1 bulan, kebutuhan pengiriman yang dibutuhkan adalah 1.400.000 pcs. Oleh karena itu, perlu dilakukan penerapan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) untuk mengetahui penyebab cacat diameter flange yang berbentuk oval, sehingga proses manufaktur baut tipe flange dapat dioptimalkan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses manufaktur baut tipe flange dengan menerapkan metode PDCA dalam mengatasi cacat flange. Berdasarkan analisa yang dilakukan, didapatkan hasil cacat flange disebabkan oleh pencucian material yang kurang bersih. Pencucian material kurang bersih menyebabkan material berkerak sehingga proses tidak stabil, dan hasil diameter flange menjadi oval. Oleh karena itu dilakukan standarisasi peningkatan waktu pencucian dari standar awal 10 menit menjadi 15 menit, sehingga cacat flange tidak terjadi, dan proses manufaktur menjadi optimal. Selain itu, penyebab lain cacat flange adalah keauasan dari komponen punch, sehingga perlu dilakukan pergantian secara berkala oleh departemen maintenance.
Copyrights © 2025