Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini melalui penerapan metode eksperimen lilin uap di RA Mardhati. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian perkembangan kognitif anak yang ditandai dengan kurangnya kemampuan berpikir logis dan memahami hubungan sebab-akibat, akibat dominasi metode ceramah yang monoton dan tidak variatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Perkembangan kognitif yang diukur meliputi tiga indikator utama: (1) kemampuan berpikir logis, (2) pemahaman hubungan sebab-akibat, dan (3) kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan, sesuai indikator Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis & McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok A (usia 4–5 tahun). Data dikumpulkan melalui observasi dengan lembar penilaian perkembangan kognitif, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perkembangan kognitif anak. Rata-rata skor awal (pra tindakan) adalah 38,3 (kategori BB–MB), meningkat menjadi 64,6 pada siklus I (kategori MB–BSH), dan mencapai 86,7 pada siklus II (kategori BSH–BSB). Persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB meningkat dari 0% (pra tindakan) menjadi 50% (siklus I) dan 100% (siklus II). Kesimpulan penelitian ini adalah metode eksperimen lilin uap efektif meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini melalui kegiatan eksploratif, konkret, dan menyenangkan yang memfasilitasi anak untuk berpikir ilmiah sesuai tahap perkembangan mereka.
Copyrights © 2025