Pandemi COVID-19 telah mengubah secara fundamental pola konsumsi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana behavioral economics menjelaskan dinamika perubahan perilaku konsumsi pasca-pandemi. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel internasional dan nasional yang terbit lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa terdapat empat dimensi utama dalam transformasi konsumsi: (1) digitalisasi konsumsi melalui e-commerce, fintech, dan contactless payment; (2) nilai konsumsi baru berupa mindful consumption dan sustainable choice; (3) segmentasi konsumen yang lebih heterogen, meliputi kelompok new normal, back to square one, dan recycle consumer groups; serta (4) perilaku finansial yang dipengaruhi oleh loss aversion dan compensatory spending. Studi ini menemukan bahwa teori behavioral economics, seperti status quo bias, framing effect, dan habit formation, mampu menjelaskan fenomena konsumsi pasca-pandemi secara lebih komprehensif dibandingkan teori ekonomi konvensional. Kesimpulannya, integrasi antara literatur behavioral economics dengan konteks konsumsi pasca-pandemi penting untuk memahami arah transformasi ekonomi ke depan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam merumuskan strategi pemasaran, regulasi konsumsi digital, dan kebijakan keberlanjutan
Copyrights © 2025