This study analyzes the impact of blockchain technology and smart contract innovation on supply chain finance efficiency in Indonesia. Using data from 275 companies implementing digital supply chain finance solutions during 2020-2024 period, this research evaluates changes in payment cycle times, transaction costs, and financing accessibility for small and medium enterprises. Research methodology employs natural experiment analysis comparing companies adopting blockchain technology with control groups using traditional financing systems. Sample includes companies from various sectors with minimum transaction value of 50 billion rupiah annually. Results show blockchain implementation reduces payment processing time from average 45 days to 12 days, decreases transaction costs by 67 percent, and increases financing access for small suppliers by 84 percent. Transparency and audit trails provided by distributed technology enhance inter-party trust and reduce credit risk by 31 percent. Cost-benefit analysis shows return on investment of 340 percent over three years with average 28 percent reduction in required working capital. These findings provide empirical foundation for broader supply chain finance technology adoption and development of regulatory frameworks supporting digital financial innovation. Abstrak Penelitian ini menganalisis dampak inovasi teknologi blockchain dan kontrak pintar terhadap efisiensi pembiayaan rantai pasok di Indonesia. Menggunakan data dari 275 perusahaan yang menerapkan solusi pembiayaan rantai pasok digital selama periode 2020-2024, penelitian ini mengevaluasi perubahan dalam waktu siklus pembayaran, biaya transaksi, dan aksesibilitas pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah. Metodologi penelitian menggunakan analisis eksperimen alami dengan membandingkan perusahaan yang mengadopsi teknologi blockchain dengan kelompok kontrol yang menggunakan sistem pembiayaan tradisional. Sampel mencakup perusahaan dari berbagai sektor dengan minimum nilai transaksi 50 miliar rupiah per tahun. Hasil menunjukkan bahwa implementasi blockchain mengurangi waktu pemrosesan pembayaran dari rata-rata 45 hari menjadi 12 hari, menurunkan biaya transaksi sebesar 67 persen, dan meningkatkan akses pembiayaan bagi pemasok kecil sebesar 84 persen. Transparansi dan jejak audit yang disediakan oleh teknologi terdistribusi meningkatkan kepercayaan antar pihak dan mengurangi risiko kredit sebesar 31 persen. Analisis manfaat-biaya menunjukkan pengembalian investasi sebesar 340 persen dalam periode tiga tahun dengan pengurangan modal kerja yang dibutuhkan rata-rata 28 persen. Temuan ini memberikan landasan empiris untuk adopsi teknologi pembiayaan rantai pasok yang lebih luas dan pengembangan kerangka regulasi yang mendukung inovasi keuangan digital.
Copyrights © 2022