Di era modern, peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja profesional menimbulkan tantangan yang kompleks, terutama bagi mereka yang memiliki anak usia dini. Perpaduan antara tanggung jawab domestik dan profesional memicu tekanan psikologis yang berpotensi menyebabkan burnout atau kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab, bentuk manifestasi, serta strategi penanganan burnout pada ibu bekerja dengan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) terhadap dua puluh artikel ilmiah terbitan lima tahun terakhir yang relevan, diperoleh melalui basis data ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab burnout adalah konflik peran, beban kerja berlebih, dan kurangnya dukungan sosial. Manifestasi burnout tercermin dalam bentuk kelelahan emosional, depersonalisasi, serta menurunnya pencapaian pribadi. Ibu bekerja juga menghadapi dilema antara tuntutan karier dan kebutuhan anak yang membutuhkan kehadiran fisik dan emosional. Meski demikian, sebagian besar subjek penelitian menunjukkan adanya kemampuan resiliensi dan penerapan strategi coping seperti manajemen waktu, komunikasi aktif, dukungan pasangan, serta pendekatan spiritual dan emosional dalam pengasuhan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sistemik, baik dari keluarga maupun kebijakan institusional, untuk membantu ibu dalam menjaga keseimbangan kerja dan keluarga serta mencegah dampak psikologis jangka panjang.
Copyrights © 2025