Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan mengusung visi kota berkelanjutan berbasis teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Jaringan telekomunikasi menjadi komponen utama, sehingga dibutuhkan analisis kelayakan finansial yang cermat guna memastikan keuntungan finansial proyek, dengan mempertimbangkan proyeksi populasi IKN sebesar 1,7–1,9 juta jiwa pada 2045. Penelitian ini menggunakan metode Net Present value dan Internal Rate of Return sebagai parameter kelayakan finansial. Bill of Quantity menjadi kunci yang menentukan nilai CAPEX. Selain itu, dilakukan perhitungan OPEX, revenue, dan arus kas sebagai dasar dari perhitungan NPV dan IRR. Hasil penelitian ini didapatkan nilai NPV sebesar Rp 67.254.903.996 dan IRR sebesar 41% yang membuktikan bahwa proyek layak secara finansial. Kata kunci — Net Present Value, Internal Rate of Return, Ibu Kota Nusantara, Jaringan Telekomunikasi, Kelayakan Finansial, Bill of Quantity
Copyrights © 2025