Peternakan sapi perah di Desa Tumiyang masihmenghadapi kendala dalam pemantauan kesehatan ternaksecara akurat dan cepat akibat kurangnya pemanfaatanteknologi, yang berdampak pada produktivitas hewan yangkurang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusiteknologi yang mampu membantu peternak melakukandeteksi dini penyakit ternak secara mandiri. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan fitur Deteksi Sakit padaaplikasi Si-eMOO berbasis Android dengan pendekatanRapid Application Development (RAD). Fitur inimemanfaatkan teknologi computer vision untukmengklasifikasikan penyakit sapi melalui analisis citra yangdiambil menggunakan kamera ponsel pengguna. Prosespengembangan aplikasi melibatkan tahapan perancanganantarmuka, integrasi model klasifikasi berbasis CNN, sertapengujian sistem. Pengujian fungsional menggunakanmetode blackbox menunjukkan bahwa seluruh skenario ujiberhasil 100% tanpa error. Sementara itu, pengujiankegunaan dengan kuesioner System Usability Scale (SUS)kepada 15 responden menghasilkan skor rata-rata 76,245yang tergolong dalam kategori "Baik" dan "Acceptable".Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fituryang dikembangkan terbukti fungsional, efektif, dan mudahdigunakan oleh peternak dalam mendeteksi penyakit sapisecara mandiri.Kata Kunci – deteksi penyakit, computer vision,peternakan sapi perah, RAD, aplikasi Android, SUS
Copyrights © 2025