Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)merupakan jenis usaha yang dimiliki dan dikelola olehperorangan atau sekelompok dengan skala kecil hinggamenengah. Roti Anisa merupakan sebuah UMKM yangbergerak di bidang industri makanan khususnya produksi roti.Standar toleransi kecacatan yang ditetapkan sebanyak 5 pcs perbal untuk satu bal berisi 800 pcs roti. Namun kenyataannya,jumlah produk yang mengalami kecacatan melebihi standartoleransi yang telah ditetapkan dan produk yang mengalamikecacatan tidak dilakukannya perbaikan. Apabila kecacatanberlangsung secara terus menerus dan jumlah yang banyaktentunya dapat menyebabkan kerugian. Solusi yang dilakukanyaitu dengan melakukan penelitian dengan menggunakanmetode Statistical Quality Control (SQC) untuk menganalisisfaktor penyebab terjadinya kecacatan dan Failure Mode andEffect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi sertamengevaluasi potensi kegagalan yang terjadi sehingga dapatmemberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian ini adalah daritiga jenis cacat yang terjadi, cacat kempes dan terpotong mesinmerupakan jenis cacat tertinggi yang harus segera dilakukanperbaikan. Faktor utama yang menyebabkan kecacatan iniyaitu karena faktor metode yang disebabkan oleh kesalahanpekerja saat peletakan roti di mesin horizontal flow pack. Usulanperbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkanSOP dan mengimplementasi sistem andon manual.Kata kunc i— cacat, FMEA, kualitas, roti, SQC
Copyrights © 2025