merupakan gabungan dari bahan kacang kedelai, jagung, kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis kadar gula dan protein pada minuman fungsional nabati berbahan dasar kedelai dan jagung dengan variasi penambahan bahan berupa kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Pendekatan yang dilakukan, yaitu secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor perlakuan, yakni jenis bahan tambahan dan waktu pemasakan (20, 25 dan 30 menit) pada suhu 70°C. Analisis kadar gula dengan metode refraktometer brix, sementara kadar protein metode kjeldahl. Hasil analisis kadar gula menunjukkan bahwa kombinasi bahan dan waktu pemasakan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar gula. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi kacang hijau, waktu 20 menit dengan kadar gula terendah 14,77%. Hasil analisis kadar protein menunjukkan adanya perbedaan signifikan, baik dari segi jenis bahan maupun waktu pemasakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi kacang hijau, waktu 25 menit dengan kadar protein tertinggi sebesar 7,32%. Kesimpulannya adalah kadar gula tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta belum memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berkisar antara 5-7%. Kadar protein memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta telah memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan karena minimal 2,5% kadar protein dalam minuman nabati.
Copyrights © 2025