Pendidikan karakter berperan strategis dalam membentuk generasi muda berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab, sementara otonomi daerah memberi ruang inovasi kebijakan pembinaan yang adaptif terhadap konteks lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program “Barak Militer” (KDM) dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa serta menelaah dinamika implementasinya dalam kerangka otonomi daerah. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 8 Surakarta; informan dipilih secara purposive (pendidik, siswa peserta, orang tua), data dihimpun melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam, dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan. Hasil menunjukkan respons sangat positif terhadap KDM—96,7% responden menilai program efektif dalam meningkatkan disiplin, membentuk karakter positif, dan menanamkan nilai moral; namun terdapat perhatian terhadap potensi dampak psikososial serta isu tata kelola dan perlindungan hak anak, sehingga dibutuhkan keseimbangan antara penegakan disiplin dan pendekatan humanistik.
Copyrights © 2025