Evaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM) menjadi elemen kunci bagi organisasi keagamaan untuk menjaga relevansi dan daya saing di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dan evaluasi SDM di Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus komparatif dan analisis tematik berbasis teori Balanced Scorecard serta manajemen kinerja Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menekankan pengembangan SDM berbasis tradisi pesantren, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial, sedangkan Muhammadiyah mengutamakan profesionalisme, pendidikan modern, serta inovasi kelembagaan. Evaluasi kinerja yang diterapkan NU lebih bersifat informal dan berbasis nilai, sementara Muhammadiyah menggunakan instrumen manajerial formal untuk menjaga akuntabilitas dan konsistensi. Kedua organisasi sama-sama melaksanakan program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan yang terbukti meningkatkan kompetensi serta loyalitas anggota. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi indikator kuantitatif dan kualitatif dalam evaluasi SDM agar organisasi keagamaan tetap adaptif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025