Tingginya angka residivisme di Indonesia berkaitan erat dengan keterbatasan akses pendidikan, pelatihan kerja, dan stigma sosial yang membebani narapidana setelah bebas. Upaya pemberdayaan melalui kewirausahaan diyakini mampu menjadi strategi efektif untuk membekali narapidana dengan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap niat kewirausahaan narapidana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 55 narapidana, kemudian data dianalisis melalui regresi linear sederhana menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kewirausahaan, dengan koefisien determinasi sebesar 33,5%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan efikasi diri melalui program pelatihan kewirausahaan dapat menjadi langkah strategis untuk menekan residivisme dan mendukung reintegrasi sosial narapidana. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan teori kewirausahaan dalam konteks pemasyarakatan serta menjadi masukan praktis bagi pengelola lapas dalam merancang program pembinaan yang lebih berkelanjutan
Copyrights © 2025