Permintaan gula di Indonesia meningkat setiap tahun seiring dengan populasi dan berbagai kebutuhan gula di masyarakat. Hal tersebut menyebabkan produksi gula tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri. Kekurangan tersebut harus ditutupi dengan impor gula yang terus meningkat setiap tahunya. Diperlukan langkah konkret menambah kapasitas produksi gula untuk memenuhi permintaan dan mengurangi ketergantungan impor dengan melakukan evaluasi kelayakan pendirian pabrik gula. Metodologi analisis yang digunakan yaitu aspek sumber daya, aspek pasar, analisis teknis, dan analisis finansial. Rencana pendirian pabrik gula ini didirikan di Kabupaten Kediri di Jawa Timur dengan menggunakan bahan baku tebu berkapasitas 210.000 ton/tahun. Dari hasil analisis teknis, pemilihan lokasi yang strategis di Kediri didukung oleh ketersediaan bahan baku tebu yang melimpah dan infrastruktur yang memadai. Analisis potensi pasar menunjukkan bahwa permintaan gula domestik terus meningkat, dengan konsumsi rata-rata per kapita yang stabil, menjadikan proyek ini memiliki potensi pasar yang kuat dan prospektif. Perhitungan analisis ekonomi yang didapat, nilai return on investment sesudah pajak sebesar 25%, nilai break event point yang didapatkan sebesar 58,3549%. Dari hasil analisis teknis, potensi pasar, dan analisis ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik gula dengan kapasitas 210.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
Copyrights © 2025