Bawang merah merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang digunakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Hampir setiap masakan di Indonesia membutuhkan bawang merah sebagai salah satu bumbu masakan, sehingga sejak dari dulu bawang merah ini merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Disisi lain, harga dari bawang merah sendiri berfluktuasi tajam karena faktor perubahan iklim bumi sehingga terjadi masalah gagal panen, musim yang tidak menentu, dan kurangnya proyeksi kondisi dimasa mendatang oleh pihak-pihak terkait. Hal ini berdampak pada hasil penjualan para pedagang, serta beratnya para ibu saat harus membeli harga bawang merah yang pada waktu-waktu tertentu harganya melambung tinggi. Pada penelitian kali ini akan diramalkan harga bawang merah di Indonesia dengan autoregressive moving averages (ARIMA) dikarenakan peramalan dilakukan pada periode harian, dan bersifat non stasioner. Berdasarkan hasil peramalan dengan ordo ARIMA (1, 1, 1), harga bawang merah realtif mengikuti nilai tengah harga masa lampau, namun dari waktu ke waktu nilainya meningkat. Harapannya peramalan ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan persiapan dari pemerintah untuk dapat mengantisipasi serta menjaga agar para petani tetap untung.
Copyrights © 2025