Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMILIHAN SUPPLIER YANG TEPAT PADA INDUSTRI PULP & PAPER Kaidah, Sri; Purnamasari, Mega
JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI INDSUTRI (SAINTI) Vol 19, No 1 (2022): VOL 19 NO 1 JUNI 2022
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v19i1.290

Abstract

One of the pulp & paper industries in Banten differentiates between several suppliers based on fixed contract cooperation for main raw materials and irregular contracts for supporting raw materials. Cooperation with variable contracts often causes problems such as delays in delivery, product specifications and quantities of goods that do not match the ones ordered. This is because companies in selecting suppliers for non-fixed contracts still use conventional selection methods by determining criteria based only on price and quality of goods, but not based on consideration of other criteria or those that suit the company's needs. This often interferes with the progress of production process activities. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used to solve problems that occur as a strategy to determine the right criteria and suppliers. From the results of the analysis carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, it was found that the priority value of the Price criterion is 0.18; Shipping is 0.41; Quality is 0.28; and Responsiveness is 0.13. From the results of comparative weighting at the hierarchy level of the criteria, it was found that the highest priority value was on the delivery criteria of 0.41. With the best supplier is PT. A that gets a weighted value of 0.41; while the other two suppliers are PT. B receives a weighted value of 0.36 and PT. C of 0.22.
Peramalan Harga Bawang Merah Produsen Jawa Tengah Purnamasari, Mega
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 01 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI : MEI 2025
Publisher : DPPM UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jutin.v6i01.6347

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang digunakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Hampir setiap masakan di Indonesia membutuhkan bawang merah sebagai salah satu bumbu masakan, sehingga sejak dari dulu bawang merah ini merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Disisi lain, harga dari bawang merah sendiri berfluktuasi tajam karena faktor perubahan iklim bumi sehingga terjadi masalah gagal panen, musim yang tidak menentu, dan kurangnya proyeksi kondisi dimasa mendatang oleh pihak-pihak terkait. Hal ini berdampak pada hasil penjualan para pedagang, serta beratnya para ibu saat harus membeli harga bawang merah yang pada waktu-waktu tertentu harganya melambung tinggi. Pada penelitian kali ini akan diramalkan harga bawang merah di Indonesia dengan autoregressive moving averages (ARIMA) dikarenakan peramalan dilakukan pada periode harian, dan bersifat non stasioner. Berdasarkan hasil peramalan dengan ordo ARIMA (1, 1, 1), harga bawang merah realtif mengikuti nilai tengah harga masa lampau, namun dari waktu ke waktu nilainya meningkat. Harapannya peramalan ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan persiapan dari pemerintah untuk dapat mengantisipasi serta menjaga agar para petani tetap untung.
Students' Experiences toward Flipped Classroom in Muslim Boarding House Setting Purnamasari, Mega; Nugraheni, Dyah Ayu
Linguapedia Vol. 7 No. 2 (2023): November
Publisher : English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/linguapedia.v7i2.2814

Abstract

This qualitative interview study (Creswell, 2014)aimed at students experience toward flipped classroom in Muslim boarding house setting. Drawing on data collected from semi-structured interviews with 4 participants enrolled in practicing the flipped classroom method at one of private vocational school in the eastern of java, Indonesia, the result of the thematic analysis (Braun & Clarke, 2006) showcased that positively influences the participants felt comfortable, The students perceived flipped classroom as a student-centered, enjoyment, subsequent confidence in the material. Therefore, they recommend this learning model to be incorporated into their classes in the future as a substitute that can increase student interaction and collaboration to learn all the material with available facilities (such as books in the library) and limited use of technology (internet access). Finally, we drew conclusions, limitations, discussing practical implication, and recommendation.
SIMULASI 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SITSUKE) DI SMA IT DARULHUSNA MULYA purnamasari, mega
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era sekarang, belum ada materi di sekolah-sekolah yang mengajarkan tentang bagaimana belajar secara efektif dan efisien. Saat ini siswa SMA Darulhusna diharuskan untuk mandiri karena sekolah berbasis boarding school. Siswa sering mengalami kesulitan untuk mencari buku dan perlengkapan belajar dalam waktu singkat, karena pengaturan tata letak perlengkapan belajar hanya berdasarkan penampakan apakah rapi atau tidak, atau bahkan masih berantakan. Selain itu sering kali siswa terlambat karena kehilangan perlengkapan belajar ke sekolah, hanya karena penempatan yang sembarang tersebut. Oleh karena itu, pengabdian kali ini dilaksanakan di salah satu sekolah Boarding School di Bogor tepatnya di SMA IT Darulhusna Mulya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dilaksanakan dengan mengenalkan konsep khususnya 5s (seiri, seiton, seiso, seiketsu, sitsuke). Kami akan mengenalkan manajemen yang fokus pada pengurangan kegiatan yang termasuk pemborosan (waste) serta peningkatan kualitas. Harapannya keteraturan dan kebersihan lingkungan boarding meningkat, dan alur pekerjaan lebih efisien. Disamping itu, para siswa dapat memahami budaya kerja industri sejak dini, membentuk sikap dispilin, kreatif, dan produktif. Konsep 5s merupakan konsep manajemen yang mudah untuk dipahami dan dimengerti termasuk untuk kalangan siswa SMA. Kami akan menggunakan simulasi menyusun lego dengan menerapkan konsep tersebut. Siswa diberikan sebuah simulasi tentang bagaimana bekerja dengan ringkas, rapi , resik, rawat, dan rajin. singkat, karena pengaturan tata letak perlengkapan belajar hanya berdasarkan penampakan apakah rapi atau tidak, atau bahkan masih berantakan. Batasan pada kegiatan kali ini adalah siswa SMA IT Darulhusna Mulya yang mengikuti kegiatan hanya 30 siswa. Di sisi lain, manfaat dari kegiatan PkM ini yaitu siswa mampu memahami konsep 5S, siswa mampu menerapkan 5S dalam kegiatan sehari-hari, dan proses belajar lebih efektif dan efisien