Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hari perdagangan terhadap return saham harian pada periode tahun 2022 sampai dengan tahun 2024 di Bursa Efek Indonesia melalui perspektif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), KOMPAS100, LQ45, Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini besandar pada dua teori utama yang secara prinsip bertolak belakang. Pertama adalah teori anomali pasar yaitu suatu kondisi ketika pergerakan harga saham menyimpang dari prinsip-prinsip dasar teori pasar efisien. Anomali ini sering kali menunjukkan bahwa terdapat pola tertentu dalam pergerakan harga saham yang dapat diprediksi dan dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan. Kedua adalah teori pasar efisien atau Efficient Market Hypothesis (EMH) yang menyatakan bahwa harga saham di pasar modal selalu mencerminkan seluruh informasi yang tersedia, baik informasi historis, publik, maupun privat, tergantung pada tingkat efisiensinya. Dalam pasar yang benar-benar efisien, maka anomali seharusnya tidak terjadi karena semua informasi sudah tercermin dalam harga saham. Hasil penelitian melalui uji statistik regresi menunjukkan bahwa hanya hari Selasa yang memilki pengaruh positif secara signifikan pada indeks IHSG dan KOMPAS100. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada bursa efek Indonesia terdapat anomali pasar.
Copyrights © 2024