Penataan ruang Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam menciptakan suasana konseling yang nyaman dan efektif di sekolah. Namun, di UPT SMP Negeri 37 Medan ruang BK masih bergabung dengan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga berpotensi menghambat pelaksanaan layanan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak tata ruang BK terhadap efektivitas layanan konseling di sekolah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang BK yang tertata baik dengan pencahayaan memadai, ventilasi cukup, serta privasi terjaga dapat menciptakan kenyamanan fisik dan psikologis, sehingga mendorong siswa lebih terbuka dalam proses konseling dan membantu konselor melaksanakan perannya secara optimal. Sebaliknya, tata ruang yang kurang representatif seperti ruang BK yang digabung dengan UKS menimbulkan kendala berupa gangguan kebisingan, hilangnya kerahasiaan, serta menurunnya minat siswa untuk berkonsultasi. Temuan ini mempertegas bahwa aspek fisik ruang berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan konseling dan hubungan interpersonal antara konselor dan konseli. Oleh karena itu, sekolah perlu segera melakukan perbaikan penataan ruang BK sesuai dengan prinsip manajemen pendidikan agar mutu layanan meningkat dan kesejahteraan siswa lebih terjamin.
Copyrights © 2025