Hyperemesis Gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda bila terjadi terus menerus dapat terjadi dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hypokliremik. Faktor psikologis merupakan faktor utama disamping pengaruh hormonal. Yang jelas wanita sebelum kehamilan sudah menderita spatik dengan gejala tidak suka makan dan mual, akan mengalami hiperemesis gravidarum yang lebih berat (Marmi:2016 ). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum yang terjadi pada ibu hamil di klinik Utama Siar Mentari Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Dengan metodelogi Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional study, metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil yang mengalami stress pada masa kehamilan yakni sebanyak 17 responden (42.50%) sedangkan responden yang mengalami stress yakni sebanyak 23 responden (57.50%). Hasil analisis bivariat antara hubungan stres dengan hiperemesis gravidarum adalah p = 0.008 (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hiperemsis Gravidarum di Klinik Utama Siar Mentari Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2023 dengan hasil nilai p = 0.008. Dengan demikian nilai p < α 5 %, 0.008 < 0.05.
Copyrights © 2024