Kualitas tidur pada bayi memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.Bayi baru lahir tidurnya nyenyak juga cenderung tumbuh dengan baik; bahkan, bayi baru lahir yang aktif dan sehat cenderung memiliki jadwal tidur yang teratur.Sementara >72% orang tua di Indonesia beranggapan gangguan tidur bukan masalah atau hanyalah hal biasa yang terjadi. 44,2% bayi di negara ini memiliki kelainan tidur, seperti sering terbangun sepanjang malam.Pada tahun 2024, peneliti di Wilayah Kerja Puskesmas Marihat Bandar Kabupaten Simalungun berupaya untuk mengetahui apakah ada hubungan pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi.Peneliti menggunakan uji chi-square dalam analisis cross-sectional. Sebanyak 50 bayi berusia 0 hingga 6 bulan yang berobat di Puskesmas Marihat Bandar Kabupaten Simalungun pada tahun 2024 menjadi populasi penelitian. Sebanyak 50 bayi menjadi sampel penelitian ini, yang menggunakan metode Total Sampling.Dalam penelitian tersebut diperoleh nilai p (0,000) <α (0,05). Saat dilakukan pemijatan, sebagian besar bayi (84,0%) melaporkan kualitas tidur sangat baik, sedangkan 16,0% melaporkan kualitas tidur buruk. Hal ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa pemijatan memiliki pengaruh positif terhadap tidur bayi. Mengingat adanya korelasi antara pemijatan bayi dengan kualitas tidur baik, penelitian ini diharapkan dapat membantu Puskesmas Marihat Bandar Kabupaten Simalungun untuk menyebarluaskan manfaat pemijatan pada bayi dan mengajak ibu untuk melakukannya sendiri di rumah.
Copyrights © 2025