Berat badan lahir adalah berat badan yang ditimbang 24 jam pertama setelah kelahiran. Semakin besar bayi yang dilahirkan meningkatkan resiko terjadinya ruptur perineumpada normalnya berat bayi sekitar 2.500-4.000 gram. Ruptur perineum adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk ruptur biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang sobek sulit dilakukan penjahitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir bayi dengan ruptur perineum pada ibu primigravida persalinan normal di PMB Atika Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum pada ibu primigravida persalinan normal di PMB Atika Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu Primigravida yang melahirkan di PMB Atika Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal selama bulan November 2023 – Mei 2024 yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum dalam persalinan dengan uji chi square diperoleh p value sebesar 0,010 (< 0,05) hal ini mengidentifikasikan Ho ditolak, artinya ada hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di PMB Atika Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian maka petugas kesehatan perlu meningkatkan penyuluhan terhadap ibu hamil tentang faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi sehingga dapat mengurangi kejadian ruptur perineum.
Copyrights © 2025