Kelompok tenun ikat desa Oemasi terkumpul dalam kelompok Tenun Ikat Tunfeu yang terdiri dari ibu – ibu penenun. Terdapat dua jenis kain tenun yang dihasilkan seperti selendang (sotis) dan sarung(futus). Dalam proses pemasaran kain tenun, mayoritas pengrajin tenun ikat masih bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut, sehingga tidak terlalu dikenal oleh masyarakat luas, hal ini membuat tingkat penjualan kain tenun tidak mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Padahal kain tenun merupakan produk unggulan kearifan lokal dan menjadi salah satu identitas budaya. Dalam menjawab solusi permasalahan maka tim pengabdian melakukan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok ibu – ibu penenun Tunfeu. Metode yang digunakan adalah Focused Group Discussion, tanya jawab, demonstrasi dan latihan/praktik baik kelompok maupun individu serta diskusi. Beberapa tahap yang dilakukan adalah tahap wawancara awal, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pemasaran berbasis online atau melalui media sosial. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukan jumlah penjualan tenun yang meningkat 25,5 %. Meskipun belum berdampak signifikan namun hal ini dapat menjadi acuan bagi Tenun Ikat Tunfeu untuk berani mengembangkan strategi pemasran.
Copyrights © 2025