Kenakalan remaja di wilayah perkotaan seperti Semarang menunjukkan urgensi intervensi sejak usia dini melalui pendidikan karakter. Artikel ini bertujuan untuk membentuk karakter anak sebagai upaya preventif terhadap perilaku menyimpang, khususnya bullying. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi kegiatan di SD Negeri Nongkosawit 01 Semarang serta Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai sosial, empati, dan kesadaran hukum, serta terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lembaga sosial menjadi faktor kunci keberhasilan program. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah kenakalan remaja dan membentuk generasi yang berintegritas.
Copyrights © 2025