Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Vol. 12, No. 3 (2025)

Sejarah dan Perkembangan Produksi Tape di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso pada Masa Pandemi COVID-19

Luktriasri, Erika Ameilia (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Sep 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan produksi tape di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020–2022. Desa Sumber Tengah dikenal sebagai sentra produksi tape singkong dengan jumlah pengusaha terbanyak di wilayah Bondowoso, yang berperan penting dalam perekonomian lokal dan pelestarian budaya. Pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap industri rumahan ini, meliputi penurunan kapasitas produksi, berkurangnya tenaga kerja, serta hambatan distribusi akibat pembatasan mobilitas dan turunnya daya beli masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, observasi proses produksi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi, produksi tape mampu mengolah 2–5 ton singkong per hari, sedangkan pada masa pandemi hanya sekitar 8 kwintal per minggu. Meskipun menghadapi penurunan signifikan, pelaku usaha menerapkan strategi adaptasi seperti pemasaran langsung di pinggir jalan dan penyesuaian skala produksi. Fenomena ini memperlihatkan bahwa produksi tape di Desa Sumber Tengah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol ketahanan budaya lokal di tengah krisis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha berbasis kearifan lokal dan perumusan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri rumahan tradisional.Kata Kunci : Produksi tape, pandemi COVID-19, Desa Sumber Tengah AbtractThis study aims to analyze the development of tape production in Sumber Tengah Village, Binakal Subdistrict, Bondowoso Regency, during the COVID-19 pandemic in 2020-2022. Sumber Tengah Village is known as the center of cassava tape production with the largest number of entrepreneurs in the Bondowoso region, which plays an important role in the local economy and cultural preservation. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on this cottage industry, including a decrease in production capacity, a reduced workforce, as well as distribution barriers due to mobility restrictions and a decrease in people's purchasing power. This research uses the historical method through the stages of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data was collected through literature study, in-depth interviews with business actors, observation of the production process, and documentation. The results showed that before the pandemic, tape production was able to process 2-5 tons of cassava per day, while during the pandemic only about 8 quintals per week. Despite facing a significant decline, business actors implemented adaptation strategies such as direct marketing on the roadside and adjusting the scale of production. This phenomenon shows that tape production in Sumber Tengah Village is not only economically valuable, but also a symbol of local cultural resilience in the midst of a crisis. The findings are expected to be a reference for local wisdom-based business development and policy formulation that supports the sustainability of traditional home industries.Keywords : Tape production, COVID-19 pandemic, Sumber Tengah Village

Copyrights © 2025