ABSTRAKLatar Belakang: Ketersediaan fasilitas layanan kesehatan merupakan aspek krusial dalam pembangunan kesehatan terutama dalam memastikan akses yang merata bagi seluruh masyarakat. Meningkatnya pertumbuhan penduduk kota palu setiap tahunnya maka membutuhkan fasilitas kesehatan yang tidaklah sedikit serta informasi data penyebaran fasilitas kesehatan. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan radius jangkauan fasilitas kesehatan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG).Metode: Penelitian ini menggunakan analisis spasial dengan metode buffer dan overlay. Data yang digunakan berupa data sekunder terdiri dari data administrasi wilayah, data permukiman, fasilitas kesehatan.Hasil: Berdasarkan analisis menunjukkan bahwa persebaran fasilitas kesehatan memiliki pola yang menyebar tidak terpusat atau cukup merata di setiap wilayah kecamatan kota palu, fasilitas kesehatan lebih banyak tersebar di zona permukiman kecamatan Palu timur, Mantikulore dan Palu selatan, sedangkan zona permukiman pada kecamatan Palu utara, Ulujadi dan Tawaeli lebih sedikit persebaran fasilitas kesehatan. Dalam penelitian ini radius pencapaian fasilitas kesehatan berdasarkan SNI No. 03 – 1733 – 2004 ditetapkan 3000 meter (3 km), terlihat wilayah kecamatan di kota palu dengan kategori zona permukiman penduduk terjangkau fasilitas kesehatan berada pada kecamatan Palu timur, Mantikulore, Palu barat, Palu selatan, Palu barat. Namun, terlihat kecamatan Ulujadi dan Palu utara merupakan wilayah permukiman penduduk yang masuk dalam kategori tidak terjangkau.Kesimpulan: Persebaran dan jangkauan fasilitas kesehatan di wilayah Kota Palu cukup merata dan hampir seluruh wilayah permukiman terjangkau oleh fasilitas kesehatan berupa puskesmas dan rumah sakit umum pada 8 kecamatan wilayah administratif di Kota Palu.Keyword: Aksesibilitas, Analisis spasial, Fasilitas kesehatan, Jangkauan ABSTRACTBackground: The availability of healthcare facilities is crucial in developing the health sector, especially in ensuring equitable access for the entire population. With the increasing population growth in Palu City each year, the demand for healthcare facilities has also risen, along with the need for information on the distribution of healthcare facilities. Based on this background, this study aims to analyze the distribution and service radius of healthcare facilities in Palu City, Central Sulawesi Province, using a Geographic Information System (GIS) approach.Methods: This study uses spatial analysis with the buffer and overlay methods. The data used consists of secondary data, including administrative boundaries, settlement data, and healthcare facility data.Results: The analysis shows that the distribution of healthcare facilities follows a dispersed pattern rather than being centralized, making it relatively evenly distributed across districts in Palu City. Healthcare facilities are more concentrated in residential zones of East Palu, Mantikulore, and South Palu districts, whereas residential zones in North Palu, Ulujadi, and Tawaeli districts have fewer healthcare facilities. In this study, the healthcare facility accessibility radius based on SNI No. 03 – 1733 – 2004 is set at 3000 meters (3 km). It is observed that districts such as Palu Timur, Mantikulore, Palu Barat, Palu Selatan, and Palu Barat fall within the category of settlements with accessible healthcare facilities, whereas Ulujadi and Palu Utara are considered areas with limited accessibility.Conclusion: The distribution and availability of healthcare facilities in Palu City are evenly distributed, ensuring that nearly all residential areas have access to healthcare services. This includes community health centers and hospitals located throughout the eight districts of Palu's administrative area.Keywords: Accessibility, Spatial analysis, Health facilities, Reachability.
Copyrights © 2025