Artikel ini mengkaji konsep eksistensialisme dalam filsafat dan relevansinya dalam praktik Bimbingan dan Konseling (BK). Eksistensialisme, sebagai cabang filsafat yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup, memiliki kontribusi penting terhadap pendekatan konseling eksistensial. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis tentang bagaimana prinsip-prinsip eksistensialisme dapat memperkaya praktik konseling, terutama dalam membantu konseli menghadapi krisis identitas, kecemasan eksistensial, dan pengambilan keputusan bermakna. Artikel ini juga menyertakan penguatan dari teori-teori kontemporer dalam lima tahun terakhir yang mengembangkan pendekatan eksistensial dalam ranah psikologi dan konseling
Copyrights © 2025