Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi keuangan, inovasi teknologi, dukungan pemerintah, dan norma subjektif terhadap kinerja UMKM di kawasan pasar perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara–Timor Leste dalam konteks pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis regresi linear berganda, diperkaya dengan pendekatan kualitatif untuk menangkap konteks lapangan. Data dikumpulkan dari 80 pelaku UMKM di tiga pasar lintas batas: Wini, Haumeni Ana, dan Napan. Hasil menunjukkan bahwa inovasi teknologi, dukungan pemerintah, dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, sementara literasi keuangan berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Model regresi menjelaskan 81,68% variasi kinerja UMKM. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup geografis yang sempit, sehingga hasil perlu digeneralisasi dengan hati-hati. Meski demikian, studi ini memberikan kontribusi penting bagi strategi pemberdayaan UMKM perbatasan, khususnya dalam hal penguatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, peran pemerintah daerah, serta pemanfaatan norma sosial sebagai modal budaya. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi dimensi sosial, teknologi, dan kelembagaan dalam kerangka empiris yang relevan dengan karakteristik wilayah tertinggal dan strategis.
Copyrights © 2024