Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tata kelola pemerintahan dengan model collaborative governance di Nagari Sungai Cubadak. Pendekatan kualitatif digunakan sebagai metode penelitian untuk menemukan dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi dilapangan terkait tata kelola pemerintahan di Nagari Sungai Cubadak dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan dengan model collaboarative governance di Nagari Sungai Cubadak, dengan melihat aspek pertama pemerintah ( Goverment ) yang terdiri dari cepat tanggap ( responsiveness ), kepemimpinan ( Leadership ), pemberdayaan (Empowerment ), kedua masyarakat ( Society ) yang terdiri partisipasi ( Participation ), manfaat ( Benefit ), ketahanan budaya dan yang ketiga swasta (Private ) yang terdiri dari dana ( Fund ) dan investasi. Peneliti melakukan wawancara kepada informan yaitu Wali Nagari Sungai Cubadaka, Camat Baso, Kabid Lembaga Nagari DPMN, Kabid Perencanaan Evaluasi Program Bappeda, Sekretaris Nagari, Ketua Bamus, Wakil KAN, Perantau dan Pengusaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penerapan Collaborative Governance dalam tata kelola pemerintahan Nagari Sungai Cubadak merupakan pendekatan yang relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan sebagai nagari baru definitif. Faktor pendukung kepemimpinan fasilitatif Walinagari, transparansi, serta jejaring yang kuat dengan aktor eksternal dan Faktor penghambat keterbatasan SDM, kelembagaan yang lemah, serta regulasi yang tidak kontekstual dengan kondisi nagariKata Kunci: tata kelola pemerintahan, colaborative governance
Copyrights © 2025