Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan mitos dalam iklan politik pada masa kampanye Pemilihan Gubernur Bali 2024. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami peran simbol dan strategi visual dalam membentuk citra politik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis baliho kampanye yang tersebar di berbagai kabupaten di Bali. Objek kajian ini berupa baliho dari dua pasangan calon (paslon), masing-masing paslon diwakili oleh dua baliho. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi, dengan fokus pada elemen visual, tanda, serta pesan yang disampaikan. Analisis data mengikuti mencakup reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baliho politik menyisipkan makna tersirat melalui simbol, warna, dan komposisi desain yang berfungsi memperkuat citra kandidat. Mitos yang dibangun dalam baliho merepresentasikan figur kepemimpinan ideal dengan menekankan unsur nasionalisme dan kedekatan kultural. Simpulan dari studi ini menunjukkan bahwa baliho politik memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik melalui komunikasi visual. Penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian semiotika komunikasi visual politik di Indonesia dengan mengungkap baliho menciptakan narasi visual dan strategi pencitraan yang memengaruhi persepsi publik, tetapi juga menjadi referensi penting dalam memahami dinamika representasi politik di ruang publik serta konstruksi mitos-mitos lokal dalam media kampanye. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan pentingnya literasi visual bagi masyarakat serta perlunya regulasi kampanye yang lebih etis dan edukatif. Penelitian ini turut memperkaya kajian semiotika Roland Barthes dalam konteks politik lokal.
Copyrights © 2025