Di era digital saat ini, dakwah Islam menghadapi tantangan dalam menjangkau generasi milenial yang semakin terpengaruh oleh budaya sekuler dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model dakwah empatik yang diterapkan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus melalui media sosial dalam pembinaan adab bagi generasi milenial di Jamaah Majelis Taklim Arrahima. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari konten media sosial Ustadzah Halimah (Instagram dan Facebook) selama periode 2023-2025, termasuk postingan, reels, dan interaksi dengan jamaah. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi elemen empati dalam penyampaian pesan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dakwah empatik Ustadzah Halimah melibatkan pendekatan hikmah dan mau'idzah hasanah, di mana empati diekspresikan melalui pemahaman isu psikososial milenial seperti stres, identitas diri, dan hubungan sosial. Interaksi digital ini berhasil meningkatkan kesadaran adab Islam di kalangan jamaah, dengan bukti peningkatan partisipasi dalam kajian offline Arrahima. Kesimpulan menyatakan bahwa model ini efektif sebagai jembatan antara teori komunikasi dakwah tradisional dan dinamika digital, sehingga direkomendasikan untuk diadopsi oleh da'i lain guna memperkuat pembinaan adab di masyarakat modern.
Copyrights © 2025