Abstrak: Abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah, kreativitas, serta penguasaan teknologi. Namun, realitanya kemampuan berpikir kritis siswa menengah masih dalam kategori kurang kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode debat aktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kebumen tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi tes lisan, lembar observasi, kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis siswa. Sebelum tindakan, hanya 2,7% siswa tergolong “sangat kritis”, dan 8,3% “kritis”. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 dan II, meningkat menjadi 13,8% “sangat kritis”, 16,6% “kritis”, dan 41,6% “cukup kritis”. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan metode debat aktif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan metode debat aktif sebagai strategi pembelajaran yang sistematis dalam meningkatkan kualitas berpikir kritis di tingkat pendidikan menengah.Kata kunci: Pendidikan; debat aktif; berpikir kritis
Copyrights © 2025