Jakarta sebagai jantung Indonesia, menjadi saksi bisu trauma mendalam akibat peristiwa berdarah Mei 1998. Krisis moneter yang melanda Asia, memicu ketidakpuasan meluas terhadap pemerintahan Orde Baru dan berujung pada kerusuhan, penjarahan, serta kekerasan yang meninggalkan bekas luka mendalam pada masyarakat, khususnya etnis Tionghoa. Penulisan ini menganalisis penyelesaian sosial, politik, dan ekonomi dari insiden tersebut, serta mengkaji upaya penyembuhan luka kolektif yang dilakukan oleh beberapa warga Jakarta. Metode analisis berupa kajian terhadap rangkaian peristiwa, pola penyebaran kerusuhan, peran provokator, serta respons aparat keamanan, juga meninjau implikasi pasca-kerusuhan terhadap reformasi politik dan ekonomi di Indonesia. Peristiwa Mei 1998 merupakan titik balik penting dalam sejarah Indonesia, mengakhiri pemerintahan otoriter dan membuka jalan bagi demokratisasi serta perubahan sosial-politik yang mendalam.
Copyrights © 2025