Interaksi guru–siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language – EFL) karena berfungsi tidak hanya untuk menyampaikan materi, tetapi juga membangun kesempatan komunikasi dan pengembangan kompetensi komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi guru–siswa di kelas EFL melalui pendekatan Conversation Analysis (CA). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan data berupa rekaman video interaksi kelas pada tiga kali pertemuan dengan partisipan seorang dosen dan 25 mahasiswa tingkat menengah. Data ditranskripsi menggunakan sistem transkripsi Jefferson dan dianalisis berdasarkan empat fokus utama, yaitu pengambilan giliran bicara, strategi pertanyaan, mekanisme perbaikan (repair), dan bentuk umpan balik guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi masih didominasi oleh struktur Initiation–Response–Feedback (IRF) yang menjaga keteraturan kelas, namun membatasi kesempatan siswa dalam memproduksi bahasa yang lebih kompleks. Pertanyaan referensial terbukti lebih mendorong keterlibatan siswa dibandingkan pertanyaan display. Mekanisme repair menunjukkan peran guru dalam memberikan scaffolding sekaligus menumbuhkan kesadaran metalinguistik siswa melalui self-repair. Selain itu, umpan balik interaksional berupa reformulasi dan elaborasi terbukti lebih produktif daripada evaluasi singkat. Temuan ini menegaskan pentingnya kompetensi interaksional guru dalam menciptakan suasana kelas yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2025