Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perjuangan gerakan feminis Islam dengan corak gerakan yang beragam, serta menganalisis implikasinya terhadap arah dan pendekatan dakwah Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini menelaah artikel jurnal internasional yang membahas perkembangan gerakan feminis Islam di berbagai negara, dengan mempertimbangkan konteks lokal, politik, dan teologis yang melingkupinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan feminis Islam paling aktif berkembang di negara-negara seperti India, Arab Saudi, dan Afghanistan. Gerakan-gerakan feminis Islam ini dilakukan secara masif melalui gerakan protes dan advokasi kebijakan, konstruksi literasi keagamaan, karya sastra, dan media. Gerakan dengan fokus protes dan advokasi kebijakan berjuang dengan mengonfrontasi kebijakan-kebijakan yang mendiskriminasi perempuan. Adapun gerakan konstruksi literasi keagamaan dilakukan dengan mendorong pembukaan ruang-ruang diskusi dan pembelajaran tentang peran serta hak perempuan di masyarakat. Melalui karya sastra, perjuangan diwujudkan melalui karya-karya kreatif seperti novel, film, dan pertunjukan teatrikal. Sementara itu, melalui media massa dan media sosial, gerakan feminis Islam secara aktif menyebarkan pesan-pesan kesetaraan dan keadilan, membangun dunia yang lebih inklusif. Gerakan feminis Islam melalui beragam cara memperlihatkan bahwa gerakan feminis bersifat kontekstual dan lokal. Gerakan feminis Islam kemudian mendorong terjadinya transformasi dakwah yang lebih sensitif gender dan inklusif. Gerakan feminis Islam dengan demikian tidak hanya mereformasi paradigma internal keagamaan, tetapi juga menawarkan kerangka dakwah progresif yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2025