Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Dampak Sosial Perencanaan Revitalisasi Pasar Wates Ranuyoso, Lumajang Putri Nadiyatul Firdausi
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis dampak sosial merupakan komponen penting namun sering diabaikan dalam perencanaan pembangunan. Tidak diperhitungkannya kemungkinan dampak sosial dapat menjadi pemicu gagalnya pencapaian tujuan pembangunan khususnya dalam hal pemanfaatan bangunan tersebut. Hal ini terjadi pada kasus revitalisasi Pasar Wates Wetan, Ranuyoso, Lumajang. Revitalisasi yang telah dilakukan beberapa kali di Pasar Wates Wetan belum dapat menyelesaikan masalah kemacetan yang diakibatkan oleh aktivitas jual-beli yang meluber hingga ke bahu jalan provinsi. Komunitas pedagang menolak dipindahkan atau sekedar bersikap disiplin dan kooperatif terhadap aturan yang sudah ada. Tahun 2017, pemerintah kembali merencanakan revitalisasi Pasar Wates Wetan untuk meningkatkan daya tampung pasar dengan membangun pasar 2 lantai. Dengan melihat riwayat penyebab gagalnya revitalisasi di tahun-tahun sebelumnya, penting untuk dilakukan analisis dampak sosial terhadap rencana revitalisasi pasar sebagai salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Untuk meningkatkan akurasi prediksi dampak, analisis dampak dilakukan dengan pendekatan partisipatif dengan komunitas pedagang pasar dan stakeholder yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana revitalisasi Pasar Wates Wetan berpotensi memunculkan dampak sosial berupa konflik, kenaikan jumlah pedagang yang tidak terkendali (over capacity), tidak selesainya permasalahan kemacetan, penurunan pendapatan, perubahan kesempatan kerja, perubahan pada level individu dan keluarga, serta perubahan kebutuhan infrastruktur komunitas.Kata kunci: analisis dampak sosial, revitalisasi pasar, partisipasi
Strategi Dakwah Kiai As’ad Malik dalam Melestarikan Islam Nusantara Indah Miftahul Jana; Putri Nadiyatul Firdausi
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2022): (January) Islamic Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.783 KB) | DOI: 10.54471/nusantara.v2i1.15

Abstract

Strategi dakwah adalah salah satu cara untuk mengajak umat Islam menuju jalan yang benar dan lurus. Dakwah juga bisa dikatakan sebagai salah satu metode ber-amarma’rufnahimunkar .Untuk itu, dalam sebuah kegiata dakwah perlu perencanaan dan tujuan yang jelas agar maksud dan sasaran dakwah (mad’u) tercapai. Strategi dakwah harus memperhatikan sasaran dakwahnya, seperti halnya strategi dakwah yang dilakukan Kiai As’ad Malik di lumajang, Islam Nusantara merupakan paham islam dan implementasinya yang berlangsung di kawasan nusantara sebagai akibat sintesis antara wahyu dan budaya lokal, sehingga memiliki kandungan nuansa kearifan lokal. Ada pun fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1). Strategi dakwah apa yang digunakan KH. As’ad Malik dalam melestarikan Islam Nusantara di Lumajang ? 2). Bagaimana penerapan strategi dakwah yang digunakan KH. As’ad Malik dalam melestarikan Islam Nusantara di Lumajang? Ada pun tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui strategi dakwah apa yang digunakan KH. As’ad Malik dalam melestarikan Islam Nusantara di Lumajang. 2). Untuk mengetahui penerapan strategi dakwah yang digunakan KH. As’ad Malik dalam melestarikan Islam Nusantara di Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis dengan deskriptif berupa gambaran di lapangan.
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK MELALUI PEMBERDAYAAN KARYAWAN DI MADIN ASSAKINAH DITOTRUNAN LUMAJANG Firdausi, Putri Nadiyatul; Afandi, Ahmad Muzakki; Hasyim, M.Rois Abdullah; Risqiyah, Mutmainnatul; Pramuja, Alvin Dian
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i1b.1841

Abstract

Pengabdian ini  mengenai optimalisasi pelayanan publik melalui pemberdayaan karyawan di Madin As-Sakinah Lumajang menunjukkan bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan melalui pemberdayaan yang melibatkan masukan dari karyawan dan penerapan prinsip efektivitas, efisiensi, inovasi, serta komitmen mutu. Penelitian ini menggunakan metode Daftar deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena tanpa melakukan manipulasi variabel. Wawancara memungkinkan untuk mendapatkan wawasan langsung dari responden, observasi membantu dalam pengamatan langsung, dan studi dokumentasi memanfaatkan dokumen ↓ yang relevan. Indikator kualitas pelayanan publik mencakup fungsi, confirmance (kepuasan penerima layanan), reliability (keandalan), serviceability (sikap dan perilaku dalam melayani), dan assurance (pengetahuan dan kemampuan staf). Hambatan dalam pelayanan publik di Madin As-Sakinah termasuk motivasi karyawan yang mempengaruhi kinerja. Solusi yang diusulkan meliputi pembinaan rutin, pemberian insentif, dan evaluasi berkala untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Pelayanan publik yang optimal dalam hal efisiensi dan efektivitas. memerlukan penerapan standar pelayanan yang baik, pemberdayaan karyawan, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan tercapai kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan.
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Pentingnya Pendidikan di Dusun Karanganyar Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang Ulumuddin, Ihya’; A’yun, Qurroti; Safa'ah, Alfiatus; Firdausi, Putri Nadiyatul; Lestari, Rizki Dwi; Karomah, Lailatul
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i1.3260

Abstract

RA Muslimat NU Nurul Hikmah Sumbersuko merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berada di Dusun Krajan, Desa Sumbersuko. Sudah dua tahun dekorasi dan hiasan ruangan di RA Muslimat NU Nurul Hikmah Sumbersuko belum diganti atau diperbaiki, sehingga banyak yang rusak, rapuh, dan kusam. Suasana ruang kelas demikian tidak cocok dengan anak usia dini yang sangat peka terhadap warna mencolok. Bagi anak kecil, selain sebagai hiasan yang menarik, hiasan dinding juga difungsikan sebagai media belajar untuk lebih mengenal lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Habituasi Toleransi Beragama Santri Sebagai Jalan Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin Firdausi, Putri Nadiyatul
Dakwah Vol 10 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a pluralistic country consisting of diverse religions, cultures and customs. Under the motto Bhineka Tunggal Ika, people coexist in a variety of religions, customs and cultures. Creating social integration and fostering an attitude of religious tolerance in a country with high religious diversity is not an easy thing. Especially in pondok pesantren with homogeneous santri conditions have their own challenges in efforts to foster the attitude of religious tolerance of their santri. Santri need to be given the cultivation of tolerance for other groups as an important part of preaching Islam as a religion of rahmatan lil alamin. This study aims to analyze the practice of habituation of religious tolerance of santri as a way of preaching Islam rahmatan lil alamin. This research is a descriptive qualitative research with purposive sampling technique. In this study, researchers conducted interviews with several pengasuh pondok pesantren and santri to analyze the practice of religious tolerance habituation. The results showed that the habituation of religious tolerance in pondok pesantren was carried out through 1) nationality workshops, 2) religious tolerance workshops, 3) charity activities, 4) activities with cross-religious communities, 5) sharing food on certain occasions, 6) santri service activities to the community, and 7) sharing berkat, and 8) education through various lessons in the curriculum that has been determined by each pesantren. Both pengasuh and santri of the pesantren expect the Kementerian Agama Republik Indonesia to initiate socialization and training activities on the concept of religious tolerance and share good practices of religious tolerance habituation with santri so that pengasuh and santri get a full understanding of religious moderation, especially religious tolerance.
Dari Mimbar ke Tagar: Feminisme Islam dan Penemuan Kembali Praktik Dakwah Berbasis Gender Firdausi, Putri Nadiyatul
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3588

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perjuangan gerakan feminis Islam dengan corak gerakan yang beragam, serta menganalisis implikasinya terhadap arah dan pendekatan dakwah Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini menelaah artikel jurnal internasional yang membahas perkembangan gerakan feminis Islam di berbagai negara, dengan mempertimbangkan konteks lokal, politik, dan teologis yang melingkupinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan feminis Islam paling aktif berkembang di negara-negara seperti India, Arab Saudi, dan Afghanistan. Gerakan-gerakan feminis Islam ini dilakukan secara masif melalui gerakan protes dan advokasi kebijakan, konstruksi literasi keagamaan, karya sastra, dan media. Gerakan dengan fokus protes dan advokasi kebijakan berjuang dengan mengonfrontasi kebijakan-kebijakan yang mendiskriminasi perempuan. Adapun gerakan konstruksi literasi keagamaan dilakukan dengan mendorong pembukaan ruang-ruang diskusi dan pembelajaran tentang peran serta hak perempuan di masyarakat. Melalui karya sastra, perjuangan diwujudkan melalui karya-karya kreatif seperti novel, film, dan pertunjukan teatrikal. Sementara itu, melalui media massa dan media sosial, gerakan feminis Islam secara aktif menyebarkan pesan-pesan kesetaraan dan keadilan, membangun dunia yang lebih inklusif. Gerakan feminis Islam melalui beragam cara memperlihatkan bahwa gerakan feminis bersifat kontekstual dan lokal. Gerakan feminis Islam kemudian mendorong terjadinya transformasi dakwah yang lebih sensitif gender dan inklusif. Gerakan feminis Islam dengan demikian tidak hanya mereformasi paradigma internal keagamaan, tetapi juga menawarkan kerangka dakwah progresif yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Daerah Melalui Kegiatan Sosial dan Keagamaan Putri Nadiyatul Firdausi; Ika Siti Maisyaroh; Sholichatun Nisyak; Abdul Majid Ghufron
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4rpmg661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Islam Syarifuddin Lumajang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan yang melibatkan perangkat kelurahan, kader masyarakat, dan lembaga sosial-keagamaan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Tompokersan menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam setiap tahapan pemberdayaan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Program-program seperti posyandu, pelatihan pemulasaran jenazah, penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan rumah tangga, dan peringatan hari besar Islam berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan, partisipasi sosial, serta kesadaran spiritual masyarakat. Meskipun terdapat kendala seperti rendahnya partisipasi warga dan keterbatasan sumber daya, sinergi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan lembaga pendidikan mampu memperkuat efektivitas program. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman dapat menjadi model strategis dalam membangun masyarakat yang mandiri, religius, dan berdaya saing sosial.
Da'wah, Internet, and Social Reality Mukhtidinov, Rashid; Firdausi, Putri Nadiyatul
Dakwah Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v10i1.2921

Abstract

This article discusses the relationship among da'wah, internet-based social media, and social reality. A number of theories are used to build a relational perspective between these three things, including the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckmann. This study using a literature study approach resulted in the conclusion that Islamic preaching media always have the opportunity to shape people's thinking patterns. However, each content creator is always faced with other Islamic narratives originating from other channels. Discourse contestation regarding Islamic teachings cannot be avoided in the current era of open information. Social media is a channel for disseminating information regarding this matter, which is a reflection that the Cyber-Islamic Environment has been well developed in this country. Apart from being a learning medium, social media has also become a space for movement. Activism finds wide space on social media channels, and is able to penetrate the space and time of its users. Da'wah and activities to spread the wings of the community are increasingly open.
Harmony of Danglung Music: The Expansion of Danglung Traditional Music as a Medium of Syi’ar Shalawat Firdausi, Putri Nadiyatul; Arifin, Zainul; As’at, As’at
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.566

Abstract

Danglung music is a traditional music of the Madurese ethnicity in Pandalungan, which later expanded as a medium for syi’ar shalawat. This study aims to explore the expansion of danglung music as a medium for shalawat in the pandalungan area to create cultural and religious harmony. The results showed that the expansion of danglung music as a medium for syi’ar shalawat was carried out since 2000, spearheaded by one of the Lumajang cultural preservation organizations CIO Indonesian Art Culture. The expansion of danglung music as a media for syi’ar shalawat has benefits in addition to revitalizing and preserving traditional danglung music as well as being an effective and acceptable syi’ar media in the community.
Food Price Volatility and Kitchen Emergency: Transforming Community Greenhouses as a Low-Cost Food Security Intervention Lubis, Ahmad Hafidz; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Ulumuddin, Ihya’; Firdausi, Putri Nadiyatul; Farid, Achmad
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v6i1.3763

Abstract

This community service article examines the transformation of village land into bamboo-paranet community greenhouses as a low-cost solution to reduce household expenditures and strengthen food security. The service methodology uses Participatory Action Research (PAR) and religious social capital as a replication protocol. The activities are carried out through the PAR cycle (to know, to plan, to action, to reflect), utilizing socio-economic mapping and income mapping, Focus Group Discussions (FGDs) using problem-tree and hope-tree analysis, and technical assistance for the development of bamboo-rack paranet greenhouses. Initial results indicate an increase in the availability of fresh kitchen supplies at the household level, strengthening the role of women in food management for both families and communities, and a reduction in daily household expenditures as reliance on the market for vegetables and spices decreases. Additionally, the integration of religious social capital has proven to enhance compliance with duty schedules and usage regulations. Pre–post quantitative data related to household expenditures and harvest volume will be presented in the final manuscript to measure the effectiveness of the community greenhouse model as a low-cost/high-impact intervention within the framework of the six dimensions of food security.