Kemajuan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama perubahan dalam ekosistem pendidikan modern. Teknologi ini tidak hanya memengaruhi metode pengajaran, tetapi juga mengubah paradigma proses belajar-mengajar. Salah satu kontribusi utamanya adalah kemampuan AI untuk menyediakan pembelajaran yang dipersonalisasi, di mana materi dan strategi penyampaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kemampuan, serta kecepatan belajar setiap individu. Penerapan AI juga berdampak pada efisiensi kerja administratif, seperti penilaian otomatis, pengelolaan data akademik, hingga penyusunan jadwal pembelajaran, yang pada gilirannya memberi ruang lebih besar bagi pendidik untuk berinteraksi langsung dengan peserta didik. Artikel ini memfokuskan kajian pada literasi AI, yang mencakup pemahaman konsep, keterampilan penerapan, kemampuan evaluasi, serta kesadaran terhadap dimensi etis penggunaannya. Penelitian dilakukan melalui metode tinjauan literatur dan analisis dokumen, dengan penekanan pada publikasi . Temuan menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran. Namun, adopsi teknologi ini di Indonesia menghadapi sejumlah hambatan, termasuk rendahnya tingkat literasi AI di kalangan pendidik maupun siswa, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta kekhawatiran terkait keamanan data dan privasi. Berdasarkan hasil kajian, direkomendasikan langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan manfaat AI, antara lain penyelenggaraan program pelatihan literasi AI secara berjenjang, perumusan kebijakan etika di tingkat institusi, serta penguatan infrastruktur pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan penerapannya berjalan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2025