ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk di Kelurahan Klamana. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat dicegah melalui upaya pengendalian vektor yang efektif. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pencegahan dan pengendalian vektor nyamuk menjadi salah satu faktor risiko tingginya kejadian DBD dan malaria. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian vektor nyamuk melalui kegiatan edukasi sebagai upaya preventif terhadap DBD dan malaria pada masyarakat di kelurahan Klamana. Edukasi kesehatan dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif. Jumlah peserta sebanyak 40 orang warga Kelurahan Klamana. Kegiatan pengabdian berlangsung dengan baik dan menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan efektivitas kegiatan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengendalian vektor nyamuk. Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian vektor nyamuk sebagai langkah pencegahan DBD dan malaria. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara rutin dengan dukungan lintas sektor, agar tercipta perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Edukasi, Vektor Nyamuk, Demam Berdarah Dengue, Malaria ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and malaria are infectious diseases that remain major public health concerns in tropical regions, including Kelurahan Klamana. These diseases are transmitted through mosquito bites and can be prevented through effective vector control measures. A lack of public knowledge regarding mosquito vector prevention and control contributes significantly to the high incidence of DHF and malaria. To increase community knowledge regarding mosquito vector control through educational interventions as a preventive effort against DHF and malaria among residents of Kelurahan Klamana. Health education was delivered through direct community outreach using a participatory approach. A total of 40 residents from Kelurahan Klamana participated in the activity. The community engagement activity was successfully implemented and yielded significant outcomes. Statistical analysis showed a notable increase in public knowledge before and after the educational session, with a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating the effectiveness of the intervention in raising awareness about mosquito vector control. The educational intervention proved effective in enhancing community knowledge regarding mosquito vector control as a preventive measure against DHF and malaria. Similar activities are recommended to be conducted routinely with cross-sectoral support to foster sustainable clean and healthy living behaviors at the community level. Keywords: Education, Mosquito Vector, Dengue Hemorrhagic Fever, Malaria
Copyrights © 2025