Transportasi memegang peran penting dalam pembangunan sosial-ekonomi, namun juga menyumbang konsumsi energi dan emisi karbon tinggi, terutama pada rute Jakarta–Bandung. Penelitian kuantitatif ini membandingkan efisiensi energi dan emisi karbon Kereta Cepat Jakarta–Bandung (WHOOSH), kereta konvensional, bus AKAP, dan mobil pribadi. Hasil menunjukkan WHOOSH paling efisien, dengan konsumsi energi ±27,5 kWh/km, load factor 65%, dan emisi 0,45–0,48 kWh/penumpang-km. Meski teknis unggul, hanya 15–30% pengguna moda lama beralih karena harga tiket, lokasi stasiun, dan keterbatasan konektivitas. Rekomendasi mencakup subsidi tiket, integrasi moda lanjutan, transisi energi terbarukan, edukasi publik, dan ekspansi jaringan HSR untuk mendukung transportasi berkelanjutan.
Copyrights © 2025