Artikel ini membahas penggunaan kode gerak sebagai media pembelajaran seni tari khususnya Tari Denok, untuk siswa tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menari melalui metode yang inovatif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kode gerak dalam pembelajaran tari Denok, yang merupakan tarian khas Semarang, serta untuk mengeksplorasi efektivitasnya dalam membantu siswa tunarungu memahami gerakan tari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode gerak berfungsi sebagai alat bantu komunikasi yang menyederhanakan gerakan tari, sehingga siswa dapat lebih mudah menangkap dan mengingat pola gerakan. Selain itu, kombinasi metode pembelajaran yang melibatkan ceramah, demonstrasi, dan penggunaan bahasa isyarat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dalam pendidikan seni untuk mendukung perkembangan siswa tunarungu, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks pendidikan inklusif.
Copyrights © 2025