Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman wirausaha UMKM di Bekasi dalam menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi, mengeksplorasi strategi adaptasi yang digunakan, serta mengidentifikasi faktor-faktor ketahanan (resilience) yang mendukung keberlangsungan usaha. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan untuk menggali makna pengalaman hidup (lived experience) para pelaku usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM dari berbagai sektor dan dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi tema, serta sintesis esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM mengalami ketegangan emosional antara kecemasan terhadap kondisi pasar dan optimisme untuk tetap bertahan. Strategi adaptasi yang menonjol meliputi digitalisasi pemasaran dan operasional, diversifikasi produk, efisiensi biaya, serta kolaborasi dalam jejaring sosial. Faktor-faktor ketahanan yang ditemukan meliputi optimisme dan self-efficacy sebagai modal psikologis, dukungan komunitas sebagai modal sosial, efisiensi manajerial, inovasi produk dan layanan, serta religiusitas yang memberi makna positif terhadap tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan UMKM bersifat multidimensional, tidak hanya ditentukan oleh aspek finansial, tetapi juga oleh kekuatan psikologis, sosial, manajerial, dan spiritual. Dengan demikian, UMKM di Bekasi menunjukkan kapasitas dinamis untuk beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi kewirausahaan dan praktis bagi perumusan kebijakan serta program pendampingan UMKM yang lebih kontekstual.
Copyrights © 2025