Shelter Tourism merupakan inovasi pariwisata berbasis mitigasi bencana yang memanfaatkan Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) sebagai destinasi wisata edukasi. Konsep ini menggabungkan fungsi utama sebagai lokasi evakuasi dengan aktivitas wisata alam, camping, hingga simulasi kebencanaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi dan tantangan implementasi Shelter Tourism di Indonesia melalui studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shelter Tourism mampu menjadi sarana diversifikasi produk wisata, edukasi kesiapsiagaan bencana, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Namun demikian, terdapat kesenjangan penelitian, yaitu ketiadaan standar indikator kesiapan, minimnya riset implementasi, dan kurangnya model bisnis yang menjamin keberlanjutan. Artikel ini merekomendasikan pengembangan indikator destinasi berbasis shelter, evaluasi dampak sosial-ekonomi, serta replikasi Shelter Tourism di destinasi rawan bencana lainnya.
Copyrights © 2025