UMKM Sagon Bu Saliyem di Karanganyar menghadapi masalah inefisiensi dalam pengendalian persediaan bahan baku akibat penggunaan sistem konvensional berbasis perkiraan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kebijakan pengendalian persediaan yang diterapkan UMKM dengan metode Material Requirement Planning (MRP), melalui tiga teknik lot sizing: Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Data penelitian diperoleh melalui survei penggunaan, pembelian, dan biaya penyimpanan bahan baku utama yaitu ketan, kelapa, dan gula pasir pada periode 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya persediaan berdasarkan kebijakan UMKM mencapai Rp 8.274.800, jauh lebih tinggi dibandingkan hasil perhitungan menggunakan metode MRP. Penerapan teknik LFL menghasilkan biaya persediaan sebesar Rp 3.000.000, teknik EOQ sebesar Rp 3.027.700, dan teknik POQ sebesar Rp 3.000.000. Temuan ini membuktikan bahwa pengendalian persediaan dengan metode MRP, terutama melalui LFL dan POQ, jauh lebih efisien dibandingkan kebijakan tradisional. Oleh karena itu, penerapan MRP direkomendasikan sebagai strategi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bahan baku, menekan biaya persediaan, serta mendukung keberlanjutan usaha UMKM Sagon Bu Saliyem di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat.
Copyrights © 2025