UMKM Keripik Tempe Benguk Satrya di Wonogiri menghadapi masalah efisiensi dalam pengendalian persediaan bahan baku. Penelitian ini menganalisis kebijakan persediaan perusahaan dan membandingkannya dengan metode Material Requirement Planning (MRP) menggunakan teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait kebutuhan bahan baku serta biaya simpan dan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya menurut kebijakan perusahaan lebih tinggi dibanding metode MRP, di mana teknik EOQ memberikan efisiensi terbesar. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan MRP dapat mengurangi biaya persediaan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan bahan baku pada UMKM.
Copyrights © 2025