Pertemuan tradisi dan modernitas menjadi isu kompleks, khususnya dalam pemikiran perempuan dan peran agama di kehidupan sosial. Fokus kajian penelitian ini terletak pada analisis novel Langit yang Menangis karya Ayim Navahal yang mengungkapkan konstruksi emansipasi perempuan di lingkungan pesantren serta interaksi antara nilai tradisional yang sakral bersanding dengan lingkup modernitas. Metode kualitatif dengan teknik baca, simak, dan catat digunakan untuk mengumpulkan data, kemudian dianalisis melalui pendekatan hermeneutika Gadamerian. Hasil analisis menunjukkan adanya sepuluh data yang mengungkapkan bahwa tradisi pesantren mengandung lapisan ontologis berupa dialektika sejarah, prasangka kultural, dan rekonsiliasi horizon ajaran religius dengan realitas sosial. Hermeneutika berperan tidak hanya sebagai alat interpretasi, tetapi juga sebagai medium konfigurasi hubungan sosial dalam struktur pesantren.
Copyrights © 2025