Perilaku agresi merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi yang sering ditunjukkan oleh anak autis ketika marah atau tantrum. Berbeda dari anak dengan perkembangan normal, perilaku agresi pada anak autis cenderung bersifat persisten atau menetap. Hal tersebut dikarenakan anak autis memiliki hambatan dalam mengenali dan mengelola emosi. Oleh karena itu, perlu ada intervensi untuk membantu menurunkannya. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen yang bertujuan untuk menguji pengaruh pelukan disertai pengaturan posisi tubuh dalam menurunkan agresivitas pada anak autis. Penelitian ini melibatkan lima subjek anak autis di SLB Negeri Surakarta dengan rentang usia 7-13 tahun dan kriteria inklusi tanpa komorbid dan disfungsi sensorik. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelukan disertai pengaturan posisi tubuh ke duduk berpengaruh positif dalam menurunkan agresi pada anak autis ketika marah.
Copyrights © 2024