Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI TERHADAP KOMPETENSI GURU DAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (STUDENTS’ PERCEPTION OF TEACHERS’ COMPETENCE AND THEIR ANXIETY IN FACING THE NATIONAL EXAMINATION) Ayuningtyas, Rizka Putri; Andayani, Tri Rejeki; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Psikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru dengan kecemasan menghadapi ujian nasional. Penelitian ini melibatkan 134 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Semarang, dan menggunakan paper-based questionnaires sebagai alat pengumpul datanya. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa ada kaitan negatif antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru dan kecemasan menghadapi ujian nasional (r = - 0.26; p < .05) dan bahwa persepsi terhadap kompetensi guru memberikan sumbangan efektif sebesar 6.7 % terhadap munculnya kecemasan siswa menghadapi ujian nasional.Kata kunci: persepsi terhadap kompetensi guru, kecemasan menghadapi ujian nasionalThis study aimed to examine the relationship between students’ perception of teacher competence and test anxiety in the Ujian Nasional. We obtained data from 134 grade 7 students in a state junior high school in Semarang, using paper-based questionnaire. Regression analysis showed a significant negative relationship between students perception of teacher’s competence and test anxiety in the Ujian Nasional (r = -.26, p < .05) and that students’ perception of teacher’s competence accounted for 6.7% of the variance in the test anxiety in the Ujian Nasional.Keywords: students’ perception of teacher’s competence, test anxiety, Ujian Nasional
Kualitas Relasi Remaja dan Orang Tua dengan Kecanduan Internet pada Siswa Sekolah Menengah Atas Pengguna Smartphone Azizah, Soffa Mar'ah; Andayani, Tri Rejeki; Scarvanovi, Berliana Widi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v9n2.p112-121

Abstract

Smartphone is the most widely used device to access internet. Adolescents tend to access internet excessively that makes them to be more dependent and addicted to it. Internet addiction can be influenced by both internal and external factors and one of them is the quality of parent-adolescent relation. The purpose of this study is to examine the correlation between the quality of parent-adolescent relationship and internet addiction. Population of this study was high school students in Surakarta who use smartphones. The total number of 354 subjects was recruited using multistage cluster random sampling by determining the selected classrooms from the selected clusters. The instruments used to collect data were Internet Addiction Scale (? = 0,860), Quality of Father-Adolescent Relationship Scale (? = 0,815), and Quality of Mother-Adolescent Relationship Scale (? = 0,815). Data were analyzed using multiple linear regression. The result shows that there is a significant negative correlation between quality of parent-adolescent relationship and internet addiction with Fcalculated > Ftable (8,174 > 3,03) and r = -0,211 in the significant value of  p <0,05. Partially, the significancy of correlation between quality of relationship and internet addiction is only proved for mother-adolescent relationship.Keywords: Internet addiction, internet user, parent-adolescent relationship
PENGUNGKAPAN DIRI MAHASISWA TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS DIPONEGORO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN HARGA DIRI Sari, Retno Puspito; Andayani, Tri Rejeki; Masykur, Achmad Mujab
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.055 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.2.11 - 25

Abstract

Pengungkapan diri perlu dilakukan oleh mahasiswa tahun pertama karena merupakan salah satu cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pengungkapan diri antara lain dipengaruhi oleh jenis kelamin dan harga diri. Kategori jenis kelamin pelaku pengungkapan diri turut menyebabkan tinggi-rendahnya pengungkapan diri. Harga diri individu mempengaruhi cara berkomunikasi dan penilaian terhadap orang lain, sehingga harga diri dapat mendukung maupun menghambat pengungkapan diri kepada orang lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengungkapan diri berdasarkan jenis kelamin dan hubungan antara harga diri dengan pengungkapan diri. Sampel penelitian adalah 346 mahasiswa tahun pertama Universitas Diponegoro. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala  Pengungkapan Diri yang merupakan adaptasi dan modifikasi dari Jourard Self-Disclosure Questionaire (Jourard, 1964, h. 161) dan Skala Harga Diri yang disusun berdasarkan aspek harga diri dari Buss (1995, h. 178). Hasil analisis dengan independent sample t-test  menghasilkan  t = -7,138 p=0,00 (p<0,05). Koefisien korelasi yang dihasilkan dari teknik analisis regresi sederhana untuk subjek pria sebesar rxy = 0,441, p = 0,00 (p<0,05) dan untuk subjek wanita rxy = 0,347, p 0,00 (p<0,05). Sumbangan harga diri terhadap pengungkapan diri untuk subjek pria sebesar 19,5% sedangkan untuk subjek wanita sebesar 12,1%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengungkapan diri mahasiswa pria lebih rendah dari mahasiswa wanita. Perbedaan tersebut disebabkan karena peran instrumental dari pria tidak mengijinkan pria mengungkapkan diri terlalu banyak, sementara peran ekspresif wanita mendukung wanita untuk mengungkapkan diri. Hubungan positif antara harga diri dengan pengungkapan diri menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi pula pengungkapan diri, dan sebaliknya.     Kata Kunci: pengungkapan diri, harga diri, jenis kelamin, mahasiswa.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL PADA STRES AKULTURATIF MAHASISWA ASING DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET Ramania, Bernadeta Pramesi; Andayani, Tri Rejeki; Saniatuzzulfa, Rahmah
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial pada stres akulturatif  mahasiswa asing di Universitas Sebelas Maret (UNS). Populasi dalam penelitian kuantitatif ini berjumlah 111 mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dengan menggunakan teknik incidental sampling dan snowball sampling. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan skala stres akulturatif (reliabilitas 0,913) dan skala dukungan sosial (reliabilitas 0,855). Hasil teknik analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan pada stres akulturatif secara signifikan ditunjukkan dengan nilai Fhitung > Ftabel (8,451>4,05), nilai p 0,006 (p<0,05) dan koefisien korelasi (R) sebesar -0,394. Sumbangan efektif variabel prediktor terhadap variabel kriterium adalah -15,5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, dukungan sosial memiliki peran negatif sebanyak 15,5% pada tingkat stres akulturatif pada mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UNS.
INTENSITAS PENGGUNAAN KOMUNIKASI BERMEDIA DAN KEHANGATAN DALAM PERTEMANAN PADA SISWA SMA DI SURAKARTA Abdillah, Hasan; Andayani, Tri Rejeki; Scarvanovi, Berliana Widi
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7098

Abstract

Kehangatan menjadi salah satu hal yang penting dalam suatu hubungan pertemanan, dengan adanya kehangatan dalam pertemanan seseorang akan lebih mudah dalam bersosialisasi dan menyesuaikan diri. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kehangatan dalam pertemanan adalah dengan komunikasi. Komunikasi di era yang modern ini lebih banyak dilakukan melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Sampling yang digunakan dihitung menggunakan formula Isaac dan Michael dan dilakukan dengan multistage cluster random sampling, didapatkan sample 254 siswa dari populasi yang berjumlah 16.692 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Kehangatan dalam Pertemanan (reliabilitas Alpha cronbach=0,836) dan Skala Intensitas Penggunaan Komunikasi Bermedia (reliabilitas Alpha cronbach=0,863). Hasil uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai korelasi (R) sebesar 0,458 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap varibel tergantung sebesar 21%. Sumbangan pengaruh tiap aspek dari varibel bebas terhadap variabel tergantung antara lain durasi berkomunikasi 9,3%, kedalaman pesan saat berkomunikasi 6,4%, keluasan pesan saat berkomunikasi 3,4% dan frekuensi berkomunikasi 1,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Penggunaan komunikasi bermedia dapat membuat pertemanan menjadi lebih hangat ketika komunikasi yang dilakukan berlangsung dalam waktu yang lama dan bersifat mendalam.Kata kunci: intensitas penggunaan komunikasi bermedia, kehangatan dalam pertemanan Warmth is one of important thing in friendship. Warmth will be easier for someone to socialize and adapt with other. Warmth in friendship can be improved by communication. In this modern era, people often use smartphone to communicate with other. This research aims to find out the relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. Sampling technique use Isaac and Michael?s formulas with multistage cluster random sampling obtained 254 students from 16.692 students of population. Instrument used in this research was Warmth in Friendship Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,836) and Intensity of Using Mediated Communication Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,863). Based on hypothesis test result with simple linear regression showed that value of correlation (R) was 0,458 with signification value was 0,000 (p<0,05) and the contribution of the intensity of using mediated communication to warmth in friendship was 21%. Contribution percentage each aspect of independent variable to dependent variable are duration of communication 9,3%, message depth when communicating 6,4%, message extent when communicating 3,4%, and frequency of communication 1,9%. Based on the result of this research, it can be concluded that there is positive relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. The use of mediated communication will improve warmth in friendship when the communication is deeper and the duration is longer. Keyword: intensity of using mediated communication, warmth in friendship
Membangun kesepakatan orang tua dan guru tentang cara pendisiplinan siswa di sekolah Kusumawardani, Nuralita; Fitriani, Afia; Andayani, Tri Rejeki
Indigenous Vol. 5 No. 1, 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.7862

Abstract

Pendisiplinan siswa di sekolah dilakukan agar siswa disiplin. Beberapa cara yang dilakukan guru untuk mendisiplinkan siswanya terkadang menimbulkan konflik dengan orang tua, yang salah satunya disebabkan karena tidak adanya kesepakatan yang jelas antara orang tua dan guru mengenai cara pendisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesepakatan antara orang tua dan guru tentang cara pendisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenografi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka dan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Cresswel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pendisiplinan yang belum disepakati antara orang tua dan guru meliputi perilaku-perilaku indisipliner siswa di sekolah dan cara pendisiplinannya serta proses untuk membangun kesepakatan tentang cara pendisiplinan siswa. Kesepakatan orang tua dan guru dibangun melalui tiga tahapan negosiasi yang dipengaruhi oleh efek kekuasaan guru, kesalahpahaman, dan sikap permisif orang tua.Katakunci:cara pendisiplinan; membangun kesepakatan; orang tua dan guru
Peningkatan Syukur Penduduk Miskin Melalui Intervensi Pelatihan Syukur di Surakarta Fadjri Kirana Anggarani; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bermaksud menguji efektivitas pelatihan syukur untuk meningkatkan kebersyukuran penduduk miskin di Surakarta. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah penduduk miskin yang mengikuti pelatihan syukur lebih tinggi kebersyukurannya dibanding penduduk miskin yang tidak mengikuti pelatihan syukur. Subjek penelitian ini adalah warga penduduk miskin dari suatu wilayah RT di Surakarta berjumlah 19 orang. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen 10 orang yang diberi pelatihan syukur sebanyak 4 kali dan kelompok kontrol 9 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT). Berdasarkan hasil perhitungan uji Independent Sample T Test diperoleh t hitung 3,870 > t tabel 1,740 dan p 0,001 < 0,05. Sedangkan hasil perhitungan uji Paired Sample T Test diperoleh t hitung 4,294 > t tabel 2,262 dan p 0,002 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan syukur berpengaruh terhadap peningkatan kecenderungan syukur pada penduduk miskin di Surakarta.
Konsep Kemiskinan (Subjektif) dalam Benak Masyarakat Indonesia: Konstruk dan Indikatornya Tri Rejeki Andayani; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.826 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep kemiskinan subjektif dan menguji indikator-indikatornya. Untuk itu, penelitian dengan pendekatan Psikologi Indigenous ini dilakukan melalui dua tahap studi. Total sampel penelitian ini sebanyak 283 responden, terdiri dari 148 responden dalam Studi 1 dan 135 responden dalam Studi 2. Pengumpulan data Studi 1 dengan kuesioner pertanyaan terbuka dan analisis data menggunakan teknik analisis isi, sedangkan pengumpulan data Studi 2 dengan Skala Kemiskinan Subjektif yang disusun berdasarkan temuan Studi 1. Teknik Analisis Faktor Eksploratori dilakukan untuk menemukan indikator-indikator dari dimensi kemiskinan subjektif. Hasil Studi 1 menunjukkan bahwa kemiskinan subjektif pada mahasiswa merepresentasikan adanya perasaan dan/atau pemikiran yang menilai dirinya berada dalam keterbatasan material, spiritual, intelektual, emosional, dan relasional. Hasil Studi 2 membuktikan indikator perilaku dalam aspek kemiskinan subjektif yang dihasilkan pada Studi 1 sebelumnya terbukti mampu menjelaskan konstruk kemiskinan subjektif.
Sumber informasi serta dampak penerapan pembatasan sosial dan fisik pada masa pandemi COVID-19: Studi eksploratif di Indonesia Tri Rejeki Andayani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 2 (2021): Special Issue COVID-19
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.13

Abstract

Sampai saat naskah ini ditulis, kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia masih meningkat. Ini mungkin merefleksikan adanya disparitas antara pengetahuan/sikap masyarakat dengan ke-bijakan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sumber pengetahuan yang utama bagi masyarakat Indonesia dalam informasi tentang kebijakan pembatasan sosial dan fisik (social/physical distancing) dan mengungkap konsekuensi yang menyertai penerapan kebijakan tersebut. Sampel penelitian ini adalah warga negara Indonesia yang telah cakap hukum (minimal usia 17 tahun) dan aktif menggunakan gawai. Sampel penelitian sebanyak 587 partisipan yang mengisi kuesioner pertanyaan terbuka secara daring untuk mengungkap jenis media yang menjadi sumber informasi utama, situasi tersulit yang dihadapi, dan dampak dari penerapan kebijakan tersebut. Hasil analisis isi menunjukkan media sosial (online) menjadi sumber utama bagi partisipan untuk memperoleh informasi mengenai pembatasan sosial dan fisik. Beragam konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut dirasakan partisipan, mulai dari aspek ekonomi dalam hal ini sulitnya pemenuhan kebutuhan pokok, sampai dengan memburuk-nya relasi sosial yang sempat dirasakan oleh sebagian partisipan.
Penyesuaian Sosial Siswa Akselerasi Ditinjau Dari Konsep Diri dan Membuka Diri Tri Rejeki Andayani
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 16 No. 7 (2010)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v16i7.503

Abstract

The aims of this research is to find out relationship between self-concept and self-disclosure with the social adjustment of them. This study population were 89 students of Class X and XI in the High School (SMAN 3 Surakarta). Collecting data use three scales: 1) Self-concept Scale, the validity of items ranged between 0,259-0,658, the reliability is 0.848; 2) Self-disclosure Scale, the validity of items ranged between 0,280-0,694, reliability is 0.872; and 3) Social Adjustment Scale, the validity of the items between 0,284-0,646, the reliability is 0.821. Analysis data in this study is using multiple regression analysis technique. The results of multiple regression analysis revealed a significant relationship between selfconcept and self-disclosure with social adjustment of students with acceleration. Student who have a positive self-concept and accept themselves more positively will be open in accepting criticism and inprove ourselves, so that tends to adapt better. Positive self-concept of accelleration means that students have a positive outlook on his ability and circumstances, giving rise to the confidence to bring him to the wider social environtment. However, the student who have negative self-concept will be developed feelings of inadequacy, low self-esteem and tend to carry themselves in difficult social adjustment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan membuka diri dengan penyesuaian sosial siswa akselerasi. Populasi penelitian sebanyak 89 siswa, terdiri atas siswa Akselerasi Kelas X dan XI SMAN 3 Surakarta. Pengumpulan data mengunakan tiga buah skala, yakni : 1) Skala Konsep Diri, validitas item berkisar antara 0,259-0,658, reliabilitas alat ukur 0,848; 2) Skala Membuka Diri, validitas item 0,280-0,694, reliabilitas alat ukur 0,872; dan 3) Skala Penyesuaian Sosial, validitas item 0,284-0,646, reliabilitas alat ukur 0,821. Analisis data menggunakan Teknik Analisis Regresi Ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsep diri dan membuka diri dengan penyesuaian sosial siswa akselerasi. Siswa yang memiliki pandangan positif dan menerima diri secara positif akan lebih bersikap terbuka dalam menerima kritik dan memperbaiki diri. Konsep diri yang positif berarti siswa akselerasi memiliki pandangan positif terhadap kemampuan dan keadaan dirinya, sehingga menimbulkan rasa percaya diri untuk membawa dirinya pada lingkungan pergaulan yang lebih luas. Sebaliknya, siswa yang memiliki konsep diri negatif akan mengembangkan perasaan tidak mampu, rendah diri dan cenderung sulit membawa diri pada lingkungan pergaulan yang lebih luas.
Co-Authors . Hardjono . Makmuroch Abdillah, Hasan Adhisty June Ertyastuti Adhitya Nugraha, Redydian Aditya Nanda Priyatama Afia Fitriani, Afia Aminah . Aminah . Anantanyu, Sapja Anik Lestari Anisa Listyowati Ariyanto Nugroho Aurira, Puti Avin Fadilla Helmi Awik Retyaka Afudaniati Azizah, Soffa Mar'ah Budiyanti Wiboworini Budiyanti Wiboworini Cicilia Larasati Rembulan Desi Anggraini Desita Ike Sagita Dewantari, Anindhea Putri Kusuma Dewi Rokhanawati Dian Ratna Sawitri Diva Amalia Dwi Ardiana Setyawardhani, Dwi Ardiana Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Ernawati, Erni Fadjri Kirana A Fadjri Kirana Anggarani Farida Hidayati Farida Hidayati Farida Hidayati Febi Dwi Setyaningsih Fitriana, Lala Budi Fitriani, Aulia Endah Gunarhadi Gunarhadi Gunarhadi Gunarhadi, Gunarhadi Hardjono , Hardjono Hardjono Hardjono, . Harefa, Wiwien Ellora Ester Riang Harsono Salimo Harsono Salimo Hartono Hartono Hartono Hartono Ichsan Nur Hidayat Idea Estetik Kaheksi Imron Maulana Aziz Istar Yuliadi Istar Yuliadi Krisna Susilowati Kusuma Wardani, Maulina Ratih Kusumawardani, Nuralita M Furqon Hidayatullah M. Wildan Yuliansyah Maulina Ratih Kusuma Wardani Mohammad Hakimi Munawir Yusuf Muthmainah Muthmainah Muthmainah, Muthmainah Mutia, Fatimah NAFISAH ITSNA HASNI Nanang Wiyono Nasywa Salsabila Khairunnisa Nugraha Arif Karyanta Nugraha Arif Karyanta Nugraha Arif Karyanta Nur Hafidha Hikmayani Nursodiq, Fajar Pipit Wijayanti Pradipta Christy Pratiwi Pratista Arya Sadwika Pratista Arya Satwika Purwoko, Agus Puspita, Berliana Rah Ajeng Sekaringtyas Sidhi Rahmah Saniatuzzulfa Ramadhani, Aisyah Intan Ramania, Bernadeta Pramesi Redydian Adhitya Nugraha Reni Setiawati Reni Setiawati Retno Mawarni Retno Puspito Sari Rindang Resita Rizki Rini Setyowati Rizka Putri Ayuningtyas Rizkinalbarokah, Arina Robbi Rodhiyah, Raychana Rodhiyah, Raychana Robbi Sadida, Winandriya Hanun Sagita, Desita Ike Sapang, Ferliani Fransisca Sapang, Ferliani Fransisca Sapja Anantanyu Sa’pang , Ferliani Fransisca Scarvanovi, Berliana Widi Selly Astriana Simatupang, Abdul Malik Sitepu, Hanindya Anya Soetrisno Soetrisno Soffa Mar'ah Azizah Sri Mulyani Suci Murti Karini Suci Murti Karini Sukismanto, Sukismanto Sumardiyono Sumardiyono Sumardiyono Suminah Suminah Supratiwi, Mahardika Supratiwi, Mahardika Susilo Rini Susilo Rini, Susilo TS, Nadya Meilinda Ulimaz Ika Rahmawati umi barokah Veronica, Auzriella Cherrya Dian Wahyu Rahardjo yulia lanti retno dewi Yuwono, Joko Zhaifa Kharisia Equata