Hipertensi menurut American Heart Association adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Kepatuhan merupakan penentu keefektifan penanganan penyakit. Kepatuhan minum obat pada pasien sangat berpengaruh pada keberhasilan pengobatan. Kepatuhan pengobatan hipertensi ialah faktor terpenting dalam meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada karyawan penderita hipertensi di PT IBR Purwakarta dengan Metode MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8). Metode MMAS-8 digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan hipertensi, metode ini dinilai lebih akurat, murah, dan mampu memberikan informasi tentang sikap dan keyakinan tentang obat-obatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 54 karyawan tetap yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 terdapat 31 pasien (57%) dengan kepatuhan rendah, 19 pasien (36%) kepatuhan sedang dan 4 pasien (7%) kepatuhan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan sebagian besar pasien dalam konsumsi obat antihipertensi di PT IBR Purwakarta masih tergolong rendah. Alasan ketidakpatuhan konsumsi obat antihipertensi terbanyak yaitu karena mereka lupa dan merasa sudah sehat.
Copyrights © 2025